SAKARIDA

A.    Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Sakarida atau karbohidrat merupakan salah satu dari tiga bahan makanan pokok manusia dan hewan disamping lemak dan protein. Dalam tubuh manusia dan hewan, senyawa ini merupakan cabang energi dan tersimpan didalam sel sebagai glikogen. Karbohidrat terdapat dalam jumlah cukup besar didalam tumbuh-tumbuhan, terutama pada bagian-bagian yang keras seperti biji, ubi, dan kulit.

Karbohidrat sebenarnya bukan nama umum senyawa kimia yang secara kimia berupa bentuk hidrat dari karbon dan secara empiris mempunyai rumus Cn(H2O)n. Termasuk dalam kelompok senyawa ini misalnya glukosa  C6H12O6 dan sukrosa C11H22O11. Terdapat pula senyawa yang tidak mematuhi rumus umum tersebut dan dimasukkan dalam kelompok karbohidrat karena senyawa ini memiliki sifat-sifat yang sama dengan karbohidrat. Dan berdasarkan sifat hidrolisisnya karbohidrat dibagi menjadi empat golongan yaitu: monosakarida, disakarida, glikosida, polisakarida.

Monosakarida, yang umumnya mempunyai 5 atom C ribose, araribosa, ksilosa, dan mempunyai 6 atom C separti glukosa, fruktosa, dan galaktosa. Disakarida, yang disusun oleh dua molekul monosakarida seperti sukrosa, laktosa, dan maltose. Glikosida, yaitu molekul monosakarida yang berikatan dengan molekul bukan gula, molekul bukan gula ini dinamakan aglikon dan umumnya merupakan senyawa aromatik. Polisakarida, yang disusun oleh banyak sekali molekul monosakarida seperti amilum dan selulosa.

2. Tujuan Praktikum

Pada praktikum acara 6 ini memiliki tujuan sebagai berikut:

  1. Mengetahui reaksi hidrolisis karbohidrat
  2. Mengetahui adanya gula pereduksi pada sampel
  3. Waktu dan Tempat

Pada praktikum acara 6 ini dilaksanakan pada hari Kamis, 2 Desember 2010, pukul 11.00-12.30 WIB. Di Laboratorium Biologi Tanah Universitas Sebelas Maret Surakarta.

B.     Tinjauan Pustaka

Karbohidrat mempunyai peran penting dalam menentukan karakteristik bahan makana, misalnya rasa, warna tekstur dll. Sedangkan dalam tibuh karbohidrat berguna untuk mencegah ketosa, pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilanagan mineral, dan berguna membantu metabolism lemak dan protein. Dalam tubuh manusia karbohidrat dapat dibentuk dari beberapa asam amino dan sebagian dari gliserol lemak (Winarno, 2001).

Karbohidrat berasal dari kata karbon dan hidrat sehingga disebut hidrat dari karbon. Karbohidrat memiliki rumus umum Cn(H2O)myang pada umumnya harga n = harga m. karbohidrat merupakan kelompok besar senyawa polihidroksialdehida dan polihidroksiketon atau senyawa-senyawa yang dapat dihidrolisis menjadi polihidroksialdehida atau polihidroksiketon (Wahyudi, dkk, 2003).

Kerbohidrat memiliki rumus struktur dari Fisher dan Haworth. Struktur fisher merupakan struktur rantai terbuka, sedangkan struktur Haworth merupakan struktur tertutup (siklik). Misalnya untuk glukosa yang memiliki rumus molekul C6H12O6 (Partana, dkk, 2003).

Pengujian yang menggunakan iodium sebagai reagen yang dikenal sebagai uji iodine. Uji atau tes ini digunakan untuk memisahkan amilum atau pati yang terkandung dalam larutan tersebut. Reaksi positifnya ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi biru. Warna biru yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amiluum dengan iodin. Sewaktu amilum yang telah ditetesi iodine kemudian dipanaskan, warna yang dihasilkan sebagai hasil dari reaksi yang positif akan menghilang. Dan sewaktu didinginkan warna biru akan muncul kembali. Di dalam amilum sendiri terdiri dari dua macam amilum yaitu amilosa yang tidak larut dalam air dingin dan amilopektin yang larut dalam air dingin (Wahyudi, dkk, 2003).

Proses pembentukan kristal osazon berawal dari satu molekul gula yang bergabung dengan satu molekul dari fenilhidrazin untuk membentuk hidrazon. Kemudian kelebihan dari fenilhidrazin berikatan dengan molekulgula lainya. Kemudian diikuti adanya perubahan kelompok alkohol dari hidrazon menjadi keton dan selanjutnya membentuk Kristal osazon (Harrow, 1946).

Gula invert adalah campuran glukosa dan fruktosa yang sama banyak yang dihasilkan oleh sukrosa dengan asam encer yang dididihkan / dengan enzim. Gula invert memutar bidang polisakarida ke kiri. Hal ini disebabkan karena daya putar kanan glukosa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sukrosa yang mempunyai daya putar kanan berubah menjadi putar kiri (Anonim, 2007).

C.    Alat, Bahan, dan Cara Kerja

  1. Alat
    1. Tabung reaksi
    2. Rak tabung reaksi
    3. Gelas ukur
    4. Pipet
    5. Waterbath
    6. Penjepit
  2. Bahan
    1. Glukosa
    2. Sukrosa
    3. Laktosa
    4. Amilosa
    5. Aquadest
    6. HCl
    7. Iodine
    8. NaOH
  3. Cara Kerja
    1. Menyediakan 15 tabung reaksi yang masing-masing ditandai dengan label. Membuat 15 macam larutan sebagai berikut dan meletakan tabung-tabung tersebut pada rak.

Tabung

Larutan

1

0,5 glukosa dalam 10 ml air

2

0,5 sukrosa dalam 10 ml air

3

0,5 sukrosa dalam 10 ml HCl 0,1 N, kemudian panaskan selama 10 menit dalam waterbath yang mendidih

4

0,5 laktosa dalam 10 ml air

5

0,5 amilosa dalam 10 ml air
  1. Melakukan percobaan berikut dengan kelima jenis sampel (tabung) tersebut diatas.

Perlakuan

a 1 ml sampel + 3 ml NaOH, panaskan sampai mendidih
b 1 ml sample + 3 tetes larutan iodine, panaskan dalam waterbath
c 3 ml sample + 2 ml larutan Na-asetat, panaskan dalam waterbath selama 20 menit

 

D.    Hasil dan Analisis Hasil Pengamatan

  1. Hasil Pengamatan

Tabel 6.1 Pengamatan Sakarida

Sampel

Keterangan

Reaksi

Pendamaran

Iodin

Osazone

Glukosa + air

*Warna awal

*Warna akhir

*Bau

 

*Endapan

*Reaksi

*Jernih

*Orange tua

*Menyengat

 

*Tidak ada

+

*Kuning

*Jernih

*Menyengat

 

*Tidak ada

*Jernih

*Jernih

*Sedikit Menyengat

*Tidak ada

+

Sukrosa + air

*Warna awal

*Warna akhir

 

*Bau

 

*Endapan

*Reaksi

*Jernih

*Jernih

 

*Sedikit menyengat *Tidak ada

*Orange

*Putih Kekuningan

*Menyengat

 

*Tidak ada

*Jernih

*Jernih

 

*Tidak berbau

*Tidak ada

Sukrosa + HCl

*Warna awal

*Warna akhir

 

*Bau

 

*Endapan

*Reaksi

*Jernih

*Orange

 

*Sangat menyengat

*Ada

*Orange

*Putih kekuningan

*Sedikit menyengat

*Tidak ada

*Jernih

*Jernih

 

*Menyengat

 

*Tidak ada

+

Laktosa + air

*Warna awal

*Warna akhir

 

*Bau

*Endapan

*Reaksi

*Jernih

*Orange tua

 

*Menyengat

*Tidak ada

+

*Orange

*Putih kekuningan

*Berbau

* Tidak ada

*Jernih

* Kuning

*Sedikit menyengat

*Tidak ada

Amilosa + air

*Warna awal

*Warna akhir

*Bau

 

*Endapan

*Reaksi

*Keruh

*Bening

*Sedikit menyengat *Tidak ada

*Biru pekat

*Biru

*Sedikit menyengat

*Ada

+

*Keruh

*Keruh

*Sedikit menyengat

*Ada

Sumber: Laporan Sementara

2. Analisis Hasil Pengamatan

a. Glukosa

Reaksi pendamaran(+NaOH)

C6H12O6  +  NaOH             C6H11O6Na  +  H2O

Reaksi iodine(+I2)

C6H12O6  +  I2

Reaksi osazon(Na-Asetat)

C6H12O6  +  C6H5NHNH2 CH3COONa  C6H8O4 [C6H10(NH)2]

b. Sukrosa

Reaksi pendamaran(+NaOH)

C12H22O11  +  NaOH

Reaksi iodine(+I2)

C12H22O11  +  I2

Reaksi osazon(Na-Asetat)

C12H22O11  +  C6H5NHNH2        

c. Sukrosa + HCl 0,1 N

Reaksi pendamaran(+NaOH)

(C6H12O6)2  +  NaOH             2C6H11O6Na  +  2 H2O

Reaksi iodine(+I2)

(C6H12O6)2  +  I2

Reaksi osazon(Na-Asetat)

(C6H12O6)2+C6H5NHNH2 CH3COONa C6H10O4 [ C 6H 10(NH2)2]

d. Laktosa

Reaksi pendamaran(+NaOH)

C12H22O11  +  NaOH               C12H22O11Na + H2O (R.pendamaran)

Reaksi iodine(+I2)

C12H22O11  +  I2

Reaksi osazon(Na-Asetat)

C12H22O11  + C6H5NHNH2   

e. Amilosa

Reaksi pendamaran(+NaOH)

(C6H12O6)n  +  NaOH

Reaksi iodine(+I2)

(C6H12O6)n  +  I2

Reaksi osazon(Na-Asetat)

(C6H12O6)n  +  C6H5NHNH2             

E. Pembahasan dan kesimpulan

1. Pembahasan

Pada percobaan iodine dari larutan glukosa, sukrosa, laktosa, dan amilosa setelah ditambahkan beberapa tetes iodin warna larutan yang diuuji mengalami perubahan warna. Dan larutan amilosa mengalami perubahan warna yang begitu menonjol dan berbeda dengan yang lain, sebab perubahan warna pada larutan yang lain hampir sama. Pada larutan amilosa yang mengalami perubahan warna biru pekat (biru kehitaman) dan hal ini menunjukkan reaksi positif, serta amilum yang banyak mengandung pati. Karena terjadinya perubahan warna menjadi biru sedangkan yang lain hanya berubah warna dari jernih ke jernih atau menjadi orange.

Pada percobaan osazone ada beberapa larutan yang menunjukkan reaksi positiff dan reaksi negatif. Dan setelah di panas kan hanya amilosa yang mengalami pengendapan yang berarti terbentuk kristal atau disebut osazon. Namun hal ini berbeda dengan teori, larutan amilum seharusnya juga tidak  mengalami endapan atau terdapat osazon, mungkin hal ini dapat terjadi karena kurang bersihnya alat yang digunakan saat praktikum dan juga kurang telitinya kami saat mengamati perubahannya.

Pada reaksi pendamaran terjadi beberapa reaksi positif dan negatif. Sreta terjadinya beberapa warna perubahan menjadi kuning atau kuning keorenan bahkan coklat, yang berarti mengalami reaksi pendamaran. Di antara larutan yang mengalami reaksi pendamaran adalah glukosa, sukrosa, dan laktosa.

Serta terjadi perubahan bau dari setiap reaksi dan larutan. Namun dalam perubahan bau ini hampir semua perubahan bau sama. Mungkin ini tarjadi juga karena beberapa kesalahan dalam proses.

2. Kesimpulan

Dari percobaan dan analisis diatas maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

  1. Pada reaksi pendamaran semua sampel relatif berwarna sama  yauitu jernih dan keruh yang kemudian ada yang berubah warna setelah dipanaskan dan ada yang tidak berubah warna.
  2. Pada reaksi iodine dengan penambahan beberapa tetes iodin terdapat warna relatif sama yaitu kuning maupun orange, akan tetati pada larutan amilosa sangat berbeda, yaiti terjadi perubahan warna menjadi biru.
  3. Pada reaksi iodine perubahan warna pada larutan amilosa menunjukkan adanya kandungan pati.
  4. Pada reaksi osazone juga terjadi perubahan warna yang relatif sama seperti dari jerni ke jernih atau pun keruh ke keruh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s