PERLAKUAN PEMANGKASAN TANAMAN

A.    Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Pemangkasan adalah suatu tindakan pembuangan sebagian dari bagian tanaman dengan maksud untuk menumbuhkan atau merangsang pembungaan dan pembuahan kearah yang dikehendaki. Di dalam pola pertumbuhan tanaman, pertumbuhan ujung batang yang dilengkapi dengan daun muda apabila mengalami hambatan, maka pertumbuhan tunas akan tumbuh ke arah samping yang dikenal dengan “tunas lateral” misalnya saja terjadi pemotongan pada ujung batang (pucuk), maka akan tumbuh tunas pada ketiak daun. Fenomena ini kita namakan “apical dominance“.

Hubungan antara auksin dengan apical dominance pada suatu tanaman telah dibuktikan oleh Skoog dan Thimann. Dalam eksperimennya, pucuk tanaman kacang dibuang, sebagai akibat treatment tersebut menyebabkan tumbuhnya tunas di ketiak daun. Dari ujung tanaman yang terpotong itu diletakan blok agar yang mengandung auksin. Dari perlakuan tersebut ternyata bahwa tidak terjadi pertumbuhan tunas pada ketiak daun. Hal ini membuktikan bahwa auksin yang ada di apical bud menghambat tumbuhnya tunas lateral (Wawan, 2009).

Pertumbuhan tunas lateral menimbulkan terbentuknya cabang batang yang cukup banyak pada ketiak batang utama. Di lain pihak pemangkasan pucuk batang menyebabkan pertumbuhan tunas apikal terhambat sehingga tanaman tidak terlalu tinggi dan mempunyai cabang yang banyak sehingga pembentukan bunga banyak. Bunga yang banyak tersebut dapat diartikan sebagai adanya hasil tanaman yang baik.

Praktikum pemangkasan ini dilakukan pada tanaman tomat (Licopersicum esculantum) dan Zat Pengatur Tumbuh yang terdapat pada tanaman tomat adalah Thyamin piridoksin yang dibentuk di daun. Hal serupa juga untuk pertumbuhan dan perkembangan buah, embrio, dan kuncup yang berhubungan dengan zat pertumbuhan yang dibentuk oleh tanaman. Dalam melakukan pemangkasan adanya faktor-faktor lingkungan, faktor  perlakuan, faktor tanaman.

2. Tujuan

Tujuan dari praktikum “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” yaitu untuk mengetahui pengaruh pemangkasan tanaman terhadap pertumbuhaan dan hasil tanaman.

B.     Metode

  1. Waktu dan Tempat

Praktikum “Perlakuan Pemangkasan Tanaman” ini dilakukan mulai tanggal 04 Mei 2011 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Alat dan Bahan

a. Alat

  • Polybag
  • Penggaris/ Meteran
  • Pisau / gunting

b. Bahan

  • Dua bibit tanaman tomat ( Lycopersicum esculentum )
  • Tanah
  • Kompos

 c. Cara Kerja

  1. Menyiapkan media tanam yaitu, tanah dan kompos serta polybag dan air secukupnya.
  2. Mencampur tanah dan kompos dengan perbandingan 1:1 kemudian basahi dengan air dan masukkan benih kedalam polybag.
  3. Menanam dua bibit tanaman tumat (Lycopersicum esculentum) pada polybag yang berisi media tanam tadi.
  4. Merawat dan mencatat perubahan yang terjadi disetiap minggunya.
  5. Melakukan pemangkasan pucuk dengan memangkas ujung tanaman tomat setelah berumur 15 HST terhadap satu tanaman saja. Sedangkan pada satu tanaman lainnya sebagai kontrol.
  6. Merawat dan mencatat perubahan yang terjadi disetiap minggunya setelah pemangkasan.

C.    Hasil dan Pembahasan

  1. Hasil

Tabel 3.1 Tinggi Tunas Lateral Tanaman Tomat

Minggu ke-

Tinggi Tunas (cm)

Kontrol

Perlakuan

Bawah-Tunas

Bawah-Pangkal

Pangkal-Tunas

1

15

0

0

0

2

20

1

0,25

0,75

3

31

9

3

6

4

38

20

8

12

5

53

28

10

18

6

94

76,5

24

52,5

Sumber: Laporan Sementara

Tabel 3.2 Variabel Pengamatan Tanaman Tomat

Variabel Pengamatan

Minggu ke-

Kontrol

Perlakuan

Jumlah Tunas Lateral

1

0

0

2

0

2

3

0

2

4

0

3

5

1

4

6

2

5

Jumlah Bunga

1

0

0

2

0

0

3

0

0

4

0

0

5

0

0

6

0

0

Jumlah Buah

1

0

0

2

0

0

3

0

0

4

0

0

5

0

0

6

0

0

Berat Buah

1

0

0

2

0

0

3

0

0

4

0

0

5

0

0

6

0

0

Sumber: Laporan Sementara

2. Pembahasan

Tomat di Indonesia adalah komoditas holtikultura yang penting, tetapi produksinya baik kualitas dan kuantitas masih rendah. Hal ini disebabkan antara lain tanah yang keras, kurang unsure hara mikro serta hormon, pemupukan tidak berimbang, serangan hama dan penyakit, pengaruh cuaca, dan iklim, serta teknis budidaya petani.

Tomat adalah salah satu jenis sayuran yang banyak digemari masyarakat karena rasanya yang enak dan segar serta sebagai sumber vitamin. Hal ini penting untuk kebutuhan rumahtangga. Selain untuk konsumsi segar sebagai buah meja, juga dapat dijadikan sari buah tomat untuk minuman segar dan sauce tomat untuk bumbu masak. Dengan laju pertumbuhan penduduk yang pesat, maka kebutuhan akan buah tomat meningkat, sehingga ada peluang yang besar untuk mengembangkan komoditi tomat sekaligus meningkatkan produksi tomat (Niar, 2007).

Tomat (Licopersium esculantum) adalah suatu tanaman setahun yang berbentuk perdu dan termasuk dalam family Solanaceae. Tomat dapat ditanam dimana saja baik di dataran tinggi (pegunungan) atau dataran rendah. Syarat yang penting untuk petumbuhan adalah tanah yang gembur, sarang (sedikit mengandung pasir), subur (banyak mengandung humus atau bunga tanah). Tanah liat yang sedikit mengandung pasir adalah yang paling disenangi dengan derajat keasaman (pH 5-6). Tomat peka terhadap zat makanan dalam tanah yang sedikit kelebihan atau kekurangan terutama nitrogen (Rukmana, 1994).

a. Klasifikasi tomat

Kingdom               : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom          : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi          : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi                     : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas                     : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)

Sub Kelas              : Asteridae

Ordo                      : Solanales

Famili                    : Solanaceae (suku terung-terungan)

Genus                    : Solanum

Spesies      : Solanum lycopersicum L

Tujuan dilakukannnya pemangkasan adalah untuk menumbuhkan atau merangsang pembungaan dan pembuahan pada tanaman tomat. Pada tanaman buah pemangkasan bertujuan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi pada tanaman buah, pemangkasan mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tidak mudah terserang hama dan penyakit.

Tunas lateral merupakan subyek pengamat korelasi oleh tunas apikal sehingga jika tunas apikal dipangkas maka hanya tunas lateral paling atas yang tumbuh denagn cepat sehingga tunas basal tetap terhambat. Penghambatan tunas lateral tergantung pada konsentrasi hormon auksin yang diberikan pada permukaan batang yang dipotong. Sebuah pemberian auksin eksogen pada sebuah tanaman yang dipotong akan merangsang prtumbuhan pucuk tanaman (Elvindra, 2009).

Pemangkasan dilakukan sebagai upaya pengurangan persaingan di antara bagian satu dengan bagian lain dalam satu tanaman atau di antara tanaman satu dengan tanaman lainnya dengan mengurangi/membuang beberapa cabang, pucuk atau bagian tanaman lainnya, sehingga tanaman dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Adapun tujuan pemangkasan pada tanaman tomat adalah mengendalikan keseimbangan pertumbuhan vegetatif dan reproduktif untuk meningkatkan hasil, memperbesar buah dan mempercepat proses pemasakan buah. Sementara pangkasan pada tanaman tomat dapat dibedakan dalam tiga macam yaitu pangkasan bentuk, pangkasan bentuk dan pangkasan tunas-tunas di ketiak cabang atau tangkai daun (Anonim, 2010).

Di dalam pola pertumbuhan tanaman, pertumbuhan ujung batang yang dilengkapi dengan daun muda apabila mengalami hambatan, maka pertumbuhan tunas akan tumbuh ke arah samping yang dikenal dengan “tunas lateral” misalnya saja terjadi pemotongan pada ujung batang (pucuk), maka akan tumbuh tunas pada ketiak daun. Fenomena ini kita namakan “apical dominance“. Hubungan antara auksin dengan apical dominance pada suatu tanaman telah dibuktikan oleh Skoog dan Thimann. Dalam eksperimennya, pucuk tanaman kacang dibuang, sebagai akibat treatment tersebut menyebabkan tumbuhnya tunas di ketiak daun. Dari ujung tanaman yang terpotong itu diletakan blok agar yang mengandung auksin. Dari perlakuan tersebut ternyata bahwa tidak terjadi pertumbuhan tunas pada ketiak daun. Hal ini membuktikan bahwa auksin yang ada di apical bud menghambat tumbuhnya tunas lateral (Wawan, 2009).

Pengaruh pemangkasan pada tanaman tomat yang mendapat perlakuan pemangkasan memiliki jumlah tunas yang lebih banyak ketimbang tanaman tomat yang tidak mendapat perlakuan (kontrol). Dari sini sudah dapat dilihat bahwa dengan melakukan pemangkasan akan mempengaruhi atau merangsang hormon yang mengakibatkan tanamn tidak tumbuh terlalu tinggi, namun akan lebih banyak tumbuh cabang-cabang yang nantinya adalah tembat tumbuh bunga dan buah.

Tanaman kontrol dengan tanaman perlakuan perbedaannya sudah sangat sesuai dengan tujuan dari pemangkasan itu sendiri. Dimana disini tanman kontrol memiliki ketinggian yang lebih dibanding tanaman perlakuan.  Ini karena pertumbuhan tunas apical pada tanaman kontrol tidak terhambat, sedang pada tanaman kontro mengalami pemangksan. Dan jumlah tunas lateral yang tumbuh diketiak-ketiak lebih banyak terdapat di tanaman perlakuan.

D.     Kesimpulan dan Saran

  1. Kesimpulan

Dari hasil dan pembahasan praktikum dapat diambil beberapa kesimpulan sebagi berikut:

  • Tanaman yang tunas apikalnya tidak dipangkas akan menghambat pertumbuhan tunas lateral yang  disebut dominasi apical dan apabila tunas apikalnya dilakukan pemangkasan maka akan tumbuh tunas lateral.
  • Pemangkasan pada tanaman tomat berpengaruh nyata terhadap tumbuh tunas leteral.
  • Manfaat pemangkasan antara lain, Unsur hara yang diserap tanaman akan dimamfaatkan semaksimal mungkin oleh tanaman untuk memperbesar buah yang dipelihara, intensitas cahaya matahari yang masuk ketanaman lebih banyak sehingga akan mengurangi terjadinya serangan hama penyakit, beban batang tanaman tidak terlalu berat untuk menyangga buah sehingga, kerobohan dapat dikurangi.
  • Pemangkasan tunas apical mempunyai tujuan untuk meningkatkan produktifitas tanaman.

2. Saran

Adapun saran yang dapat diberikan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:

  • Dalam melakukan pemangkasan sebaiknya pada saat batang tanaman setelah berumur 15 hari setelah tanam.
  • Pemangkasan dibuat miring agar air tidak menggenang pada batang yang akan mengakikbatkan batang menjadi busuk.
  • Perawatan yang meliputi penyiraman dan penyiangan hendaknya dilakukan secara rutin agar pertumbuhan tanaman sesuai harapan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s