PENYAMBUNGAN TANAMAN

A.    Pendahuluan

  1. Latar Belakang

Perbanyakan generatif sudah sangat umum dijumpai, bahan yang digunakan adalah biji. Biji-biji ini biasanya sengaja disemaikan untuk dijadikan tanaman baru, tapi bisa juga tanpa disengaja biji-biji yang dibuang begitu saja dan oleh alam ditumbuhkan untuk menjadi tanaman baru. Tentu saja tanaman baru hasil buangan ini bisa dijadikan bibit, apabila diketahui segala sifat-sifat kelebihannya. Ini untuk menghindari agar tidak kecewa nantinya, setelah tanaman berbuah misalnya.

Untuk menghindari rasa buah yang mengecewakan, bisa saja memanfaatkan tanaman hasil buangan itu sebagai tanaman batang bawah. Batang atasnya dapat menggunakan tanaman sejenis yang diketahui sifat-sifat unggulnya (untuk tanaman buah-buahan) atau warna bunganya (bagi tanaman hias bunga) dan kecepatan pertumbuhan serta kelurusan batang pohon (untuk tanaman kehutanan) perbanyakan dengan cara ini kita sebut dengan perbanyakan Sambungan (Grafting).

Grafting ini bukanlah sekedar pekerjaan menyisipkan dan menggabungkan suatu bagian tanaman, seperti cabang, tunas, akar pada tanaman yang lain. Melainkan sudah merupakan suatu seni yang sudah lama dikenal dan banyak variasinya. Dan seni grafting ini telah digemari sejak dua abad yang lalu, yaitu sekitar abad ke-15 (Wudianto, 2002) .

2. Tujuan

Praktikum penyambungan tanman ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui pengaruh cara penyambungan tanaman.

B.     Metode

  1. Waktu dan Tempat

Praktikum “Penyambungan Tanaman” ini dilakukan mulai tanggal 04 Mei 2011 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta.

2. Alat dan Bahan

a. Alat

  • Pisau Okulasi
  • Gunting
  • Tali raffia atau plastik

b. Bahan

  • Polibag dan Media Tanam
  • 2 Tanaman adenium yang berjenis sama

c. Cara Kerja

  1. Menyiapkan media tanam pada polybag dan membasahi dengan air secukupnya
  2. Membuat bentuk irisan untuk batang bawah
  3. Membuat bentuk irisan untuk batang atas
  4. Menyambungkan batang bawah dan batang atas sesuai bentuk irisannya
  5. Mengikat dengan tali raffia atau plastik pada bidang sambungan yang telah dilekatkan
  6. Memelihara tanaman hasil penyambungan.

C.    Hasil dan Pembahasan

  1. Hasil

Praktikum penyambungan tanaman ini sebelumnya memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh cara penyambungan tanaman. Yaitu dengan cara Grafting waterval dan Grafting crimpson star, namun nyatanya dari tanaman yang kita sambung tidak ada tanaman yang berhasil tumbuh atau penyambungan gagal.

2. Pembahasan

a. Klasifikasi
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas: Asteridae
Ordo: Gentianales
Famili: Apocynaceae
Genus: Adenium
Spesies: Adenium arabicum

Adenium adalah tanaman sukulen, yaitu tanaman yang memiliki batang yang tidak berkayu. Semua sel dalam batang adenium adalah sel hidup atau meristematik, dengan kandungan air yang sangat besar, yang juga sebagai cadangan untuk kehidupannya. Itulah mengapa, tanaman adenium mampu tumbuh di daerah yang sangat kering.

Adenium berasal dari daerah gurun pasir yang kering, dari daratan afrika. Sebutannya disana adalah Mawar Padang Pasir. Karena berasal dari daerah kering, tanaman ini lebih menyukai kondisi media yang kering dibanding terlalu basah.  Akar adenium yang membesar seperti umbi adalah tempat menyimpan air. Akar yang membesar ini bila dimunculkan diatas tanah akan membentuk kesan unik seperti bonsai. Sedangkan batangnya lunak tidak berkayu, namun dapat membesar (Zulhendra, 2010)

Tunas-tunas samping dapat tumbuh dari mata tunas pada batang atau bekas daun yang gugur. Mata tunas samping tersebut akan tumbuh apabila pucuk atas tanaman dipotong. Hal inilah yang dilakukan orang pada saat memangkas, untuk mendapatkan cabang dan daun baru serta agar bunga yang akan muncul nantinya lebih serempak. Adenium tergolong juga kedalam tanaman monokotil atau tanaman dengan biji berkeping tunggal, yang memiliki sifat tidak memiliki kambium. Sifat umum inilah yang akan menentukan tata cara penyambungan atas tanaman adenium (Anonim, 2010).

b. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam penyambungan

  • Kebersihan alat yang digunakan
  • Keadaan batang tanaman yang akan disambung
  • Lingkungan disekitar tanaman yang disambung
  • Keterampilan pemotongan dan
  • Penyambungan
  • Pemeliharaan pasca penyambungan

c. Faktor-faktor penyebab kegagalan

  • Pengikat sambungan kurang kuat

Bila pengikattan tidak kuat akan menyebabkan beberapa masalah seperti. Pertama batang atas akan mudak terlepas atu berubah posisi ketika tersenggol. Batang atas tidak menempel dengan sempurna dengan batang bawah jadi permukaan batang yang maenempel dengan permukaan bidang bawah menjadi tidak merata sehingga menghalangi penyatuan jaringan antara batang dan transmisi supply dari batang bawah menjadi tidak lancar bahkan tidak berhasil sama sekali. Akibatnya batang akan menjadi kering (Sardijanto, 2006).

  • Pengikat sambungan terlalu kuat

Jika penngikat terlalu kuat dapat menyebabkan sebagian jaringan kapiler tertekan. Dengan demikian, akan menyebabkan persoalan seperti: menghambat penyaluran supply ke batang atas. Menyebabkan getah atu cairan pada batang atas terperas terutama bila batang atas terlalu muda (Sardijanto, 2006).

  • Terjadi penguapan yang berlebih

Bila penguapan terjadi secara berlebih, maka biasanya uap air banyak yang menempel peda dinding plastik bagian dalam dan kemudian turun menyatu mengenai bagian batang penyambungan, yang akan menyebabkan pembusukan pada bagian yang terkena air. Penguapan berlebih juga bisa menyebabkan tumbuhnya jamur pada batang atas terutama bila peralatan yang digunakan tidak steril ditambah faktor kelembapan yang tinggi.

  • Batang bawah terlalu muda

Penggunaan batang bawah yeng terlalu muda akan membawa resiko kegagalan. Jadi sebaiknya menggunakan batang bawah yang sudah siap digunakan dalam penyambungan.

  • Batang atas terlalu muda

Penggunaan batang atas  yang terlalu muda juga akan membawa resiko kegagalan. Jadi sebaiknya menggunakan batang bawah yang sudah siap digunakan dalam penyambungan.

  • Batang atas terlalu pendek

Penggunan batang atas sebaiknya menggunakan batang dengan panjang 5-8 cm yang berisi calon mata tunas 4-6 buah, bila menggunakan batang yang terlalu pendek maka tingkat keberhasilanya akan kecil.

  • Terlalu cepat terkena sinar matahari langsung

Hal ini kan menyebabkan penguapan yang berlebih, dan nantinya akan menyebabkan persoalan sama seperti dalam permasalahan terjadinya penguapan yang berlebih yaiti tanaman membusuk atau berjamue.

  • Terlalu cepat terkena air

Bila tanaman terlalu cepat terkenair kemungkinan bagian sambungan akana ikut terkena dan akan mengakibatkan batang membusuk atau berjamur.

  • Suhu setempat terlalu tinggi

Untuk mendukung keberhasilan penyambungan suhu haruslah sesuai, bila suhu terlalu panas atau dingin ini nantinya tidak akan baik.

  • Kelembapan relative terlalu tinggi

Kelembapan setempat akan berpengaruh tumbuhnya jamur pada daerah sekitar penyambungan, dan apabila peralatan yang digunakan sebelumnya tidak steril.

  • Peralatan yang di gunakan tidak steril

Apabila peralatan yang digunakan tidak steril nantinya akan menyebabkan tumbuhnya bakteri atau jamur yang akan menghambat penyatuan jaringan antara batang atas dan batang bawah.

  • Keterampilan

Keterampilan disini adalah cara kita memotong sudah benar dan baikkah, karena bila pemotongan salah bisa-bisa akan merusak jaringan pada batang yang akan kita sambung.

  1.  Kelebihan dan kekurangan dari penyambungan
    1. Kelebihan dari penyambungan sendiri antara lain: mempertahankan sifat-sifat klon yang tidak dapat dilakukan pada pembiakan vegetatif lainnya seperti stek, cangkok dan lain-lainnya. Bisa memperoleh tanaman yang kuat karena batang bawahnya tahan terhadap keadaan tanah yang tidak menguntungkan, temperatur yang rendah, atau gangguan lain yang terdapat di dalam tanah. Memperbaiki jenis-jenis tanaman yang telah tumbuh, sehingga jenis yang tidak di inginkan diubah dengan jenis yang dikehendaki. Dapat mempercepat berbuahnya tanaman (untuk tanaman buah buahan) dan mempercepat pertumbuhan pohon dan kelurusan batang (jika tanaman kehutanan).
    2. Kekurangan dari penyambungan adalah bagi tanaman kehutanan, kemungkinan jika pohon sudah besar gampang patah jika ditiup angin kencang. Tingkat keberhasilannya rendah jika tidak cocok antara scion dan rootstock (Suwandi, 2009).

D.    Kesimpulan dan Saran

  1. Kesimpulan

Dari praktikum acara penyambungan tanaman ini, maka dapat diambil kesimpulan antara lain :

  • Keberhasilan suatu sambungan ditentukan oleh kualitas batang bawah dan batang atas .
  • Keterampilan dan ketelitian dalam proses penyambungan tanaman juga berpengaruh.
  • Kebersihan alat yang bdigunakan juga harus diperhatikan.
  • Faktor iklim juga sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan sambungan.
  • Tanaman yang telah disambung perlu perawatan terus menerus

2. Saran

Untuk memperoleh hasil penyambungan yang baik, maka perlu memperhatikan beberapa hal sebagai berikut :

  • Batang atas dan batang bawah harus comtibel.
  • Bagian kambium dari kedua batang harus lurus, untuk itu batang atas dan bawah harus sama besar.
  • Penyambungan dilakukan pada tahap fisiologi yang tepat.
  • Alat yang dignakan harus steril
  • Perawatan yang tepat terhadap tanaman yang disambungkan.
About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s